Rukun Iman dalam Islam dan beberapa penjelasannya
Rukun Iman dalam Islam dan beberapa penjelasannya
Last Update : Senin, 23 Desember 2024 | 09:42 WIB
ANDAMUHAMMADARIF.BLOGSPOT.COM - Iman dalam Islam berdiri diatas enam pilar dan hal ini diajarkan kepada umat Islam. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda Iman berarti percaya kepada Allah, para Malaikat nya, Kitab-kitabnya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir ilahi, baik yang baik maupun yang buruk.
Berikut adalah 6 rukun iman :
1. Iman kepada Allah SWT
2. Percaya akan adanya malaikat
3. Percaya kepada kitab-kitab Allah SWT
4. Iman kepada rasul-rasul Allah
5. Iman kepada qada dan qadar
Penjelasan dari keenam rukun iman :
1. Iman kepada Allah SWT
Kepercayaan kepada Allah SWT adalah fondasi yang menjadi dasar keimanan seorang Muslim. Sebagai seorang muslim kita harus percaya bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan, sang pencipta semesta alam, maha pengasih lagi maha penyayang dan mencakup seluruh 99 Asmaul Husna.
Disebutkan dalam Al Quran surat Fathir ayat 3 : "Wahai manusia! Ingatlah akan Rahmat Allah kepada kalian! Adakah pencipta selain Allah yang memberi rezeki kepadamu dari langit (hujan) dan bumi? Tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Maka bagaimanakah kamu berpaling (dari nya)?"
Ayat di atas menjelaskan bahwa kita harus percaya kepada Allah SWT dan sifat-sifatnya dengan cara yang diajarkan dalam Al Quran dan Sunnah (ajaran Nabi Muhammad SAW). Seorang muslim percaya bahwa Allah SWT memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh nya (Asmaul Husna).
Tidak ada sesuatu pun yang serupa denganya nya.
Baca Juga : Kisah Nabi Muhammad SAW dan anak Yatim pada suatu hari raya
2. Percaya akan adanya malaikat
Rukun iman yang kedua adalah kepercayaan kepada malaikay-malaikat Allah. Para malaikat adalah utusan-utusan Allah. Mereka diciptakan dari cahaya dan diciptakan, sebelum manusia, dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Penjelasan tentang malaikat tertuang melalui firman Allah SWT dalam surat Al Anbiya' ayat 19-20 sebagai berikut:
"Dan orang-orang berada di dekat-Nya (Yaitu para malaikat) tidak merasa sombong untuk beribadah kepada-nya, dan mereka tidak merasa jemu (beribadah kepada-nya), Mereka (para malaikat) bertasbih dengan memuji-nya siang dan malam, dan mereka tidak pernah lalai (dari ketaatan)."
3. Percaya kepada kitab-kitab Allah SWT
Rukun iman yang ketiga adalah kepercayaan kepada kitab-kitab Allah SWT. Berikut ini adalah penjelasan tentang iman terhadap kitab-kitab Allah di dalam ayat-ayat Al Quran:
"Dia-lah yang telah menurunkan Kitab (Al Quran) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya). Dan Dia telah menurunkan Taurat dan Injil." (Surat Ali Imran ayat 3)
"... Dan kepada Daud telah Kami berikan Zabur (Zabur)." (Surat Al-Isra' ayat 55)
Penting untuk dipahami bahwa salah satu alasan Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada umat manusia adalah untuk mengknfirmasi kitab-kitab wahyu yang telah diturunkan sebelumnya.
4. Iman kepada rasul-rasul Allah
Rukun iman yang keempat adalah kepercayaan kepada para Rasul Allah. Ada dua puluh lima (25) Nabi yang disebutkan dalam Al Quran dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan penutup.
Ayat di dalam Al Quran yang menerangkan bahwa umat islam harus beriman kepada rasul-rasul Allah SWT adalah sebagai berikut:
"Mereka adalah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Maka ikutilah petunjuk mereka>" (Surat Al-An'am ayat 90)
"Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang telah Kami ceritakan (Kisah-kisahnya) kepadamu sebelumnya dan rasul-rasul yang belum Kami ceritakan kepadamu. Dan kepada Musa, Allah telah berbicara secara langsung." (Surat An-Nisa ayat 164)
5. Percaya adanya hari kiamat
Hari kiamat adalah hari perhitungan untuk semua perbuatan yang jahat atau baik, besar ataupun kecil. Dalam hidup kita, kita perlu percaya bahwa semua yang kita lakukan akan dipertimbangkan pada hari Akhir. Tidak ada seorang pun kecuali Allah SWT yang tahu kapan hari itu akan tiba.
"(Kemudian) seseorang akan mengetahui apa yang telah ia kerjakan dan apa yang telah ia tinggalkan (berupa) perbuatan-perbuatan yang baik dan yang buruk."
(Surat Al-Infitar ayat 5
6. Iman kepada qada qadar
Beriman kepada rukun ini berarti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik atau buruk, terjadi hanya berdasarkan ketetapan Allah SWT.
Sumber : https://m.antaranews.com

Komentar
Posting Komentar