Penghalang DIkabulkannya Doa
Penghalang Dikabulkannya Doa
Last update : Kamis, 26 Desember 2024 | 10:08 WIB
ANDAMUHAMMADRIF.BLOGSPOT.COM - Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW diketahui bersabda, "Sesungguhnya Allah itu baik dan hanya menerima yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang Mu'min segala apa yang diperintahkan kepada Rasul.
Allah SWT berfirman (artinya), 'Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shaleh' (QS al-Mukminun: 51). Allah SWT juga berfirman, 'Hai orang-orang yang beriman makanlah kalian dari makanan yang baik-baik yang kami rezekikan kepada kalian' (QS al-Baqarah: 172).
Kemudian, Rasulullah SAW bercerita tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Dia lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit (seraya berdoa), 'Ya Rabb, ya Rabb,' padahal makanannya (yang dikonsumsinya) haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan pertunya kenyang dengan barang haram.
Maka, bagaimana mungkin dikabulkan?" (HR Muslim).
4 Kondisi Sholat Yang Membuat Doa Cepat Terkabul
1. Saat berdiri dalam bacaan Al-Fatihah
Salah satu momen yang istimewa untuk berdoa adalah ketika membaca surat Al-Fatihah, khususnya saat melafalkan ayat Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in yang berarti Hanya kepada-mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.
2. Saat rukuk
Dalam rukuk, seorang hamba mengakui keagungan Allah SWT dan merendahkan dirinya di hadapan-Nya dengan membaca kalimat tasbih dengan sungguh-sungguh. Memohon doa dalam hati sambil melafalkan tasbih akan menjadi penguat doa.
3. Sujud
Sujud adalah kesempatan terbaik untuk mengajukan permohonan dan berdoa karena Rasulullah SAW bersabda, "Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya saat ia sujud, maka perbanyaklah doa."
4. Sebelum salam
Keadaan keempat yang dianjurkan untuk berdoa adalah sesaat sebelum mengucapkan salam di akhir sholat. Sebelum mengakhiri sholat, seorang hamba diberi kesempatan untuk memanjatkan doa-doa penting dalam tahiyat akhir.
Empat kondisi sholat yang membuat doa cepat terkabul - (Republika)
Hadist tersebut termasuk fondasi dasar bangunan hukum islam. Betapa tidak, didalamnya terkandung tiga tema utama dalam Islam yaitu masalah halal haram, ketaatan pada Rasul, dan syarat-syarat diterimanya doa. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari hadis ini.
Pertama, Allah SWT hanya akan menerima sesuatu yang baik. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu Zat Yang Mahabaik, dan Allah tidak akan menerima kecuali yang baik saja". Kriteria "baik" disini mencakup banyak hal, baik dari sisi harta benda, ucapan, keyakinan, maupun amal perbuatan.
Karena itu, bila amalan kita ingin diterima Allah SWT, maka kita harus mengupayakan yang terbaik dari amal tersebut.
Kedua, selain menjelaskan kriteria amal yang akan diterima Allah, hadis ini menjelaskan pula sebab-sebab tidak diterimanya doa. Pada penghujung hadis, Rasul mengungkapkan sebuah kisah tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia lalu menengadahkan tangannya untuk berdoa kepada Allah.
Padahal, makanan yang telahh dikonsumsinya haram. Perutnya kenyang dengan barang haram.
Tiga doa mustajab yang tak diragukan lagi, yaitu
● Doa kedua orang tua
● Doa orang bepergian (safar)
● Dan doa orang yang dizhalimi.
(HR Abu Daud)
Beliau shalallahu 'alaihi wasallam kemudian bertanya dengan nada retoris, "Maka bagaimana mungkin danya dikabulkan?"
Abu dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi meriwayatkan hal ini dalam sebuah hadis.
"Ada tiga doa yang pasti akan diijabah oleh Allah, tidak diragukan lagi doa itu pasti diijabah. Pertama, doanya orang-orang yang terdzalimi; kedua, doanya orang-orang yang sedang bepergian; dan ketiga, doanya orang tua kepada anaknya". Rasul pun menjelaskan keadaan orang yang melakukan perjalanan tersebut. Disamping dalam kondisi musafir, rambut orang tersebut kusut dan kotor karena debu.
Hal ini diperjelas dengan sebuah hadis dari Salman al-Farisi, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Orang-orang yang rambutnya kusut dan berdebu, pakaiannya lusuh dan tidak mempunyai apa-apa, serta sering kali ditolak masuk rumah orang, maka jika ia bersumpah dengan nama Allah pasti Allah akan menerima orang tersebut".
Hakikatnya setiap doa yang terucap pasti akan sampai dan akan dikabulkan Allah SWT. "Berdoalah kepada-Ku, niscahaya Aku akan mengabulkannya."
Begitulah janji Allah SWT. Sekarang timbul pertanyaan, kenapa doa kita tidakk pernah dikabulkan? Sebenarnya Allah SWT mendengar dan sangat mengetahui apa yang kita minta, mungkin doa kita belum memenuhi syarat untuk dikabulkan, atau kita masih melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menghalangi doa kita tersebut.
Sumber : khazanah.republika.co.id
Allah SWT berfirman (artinya), 'Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shaleh' (QS al-Mukminun: 51). Allah SWT juga berfirman, 'Hai orang-orang yang beriman makanlah kalian dari makanan yang baik-baik yang kami rezekikan kepada kalian' (QS al-Baqarah: 172).
Kemudian, Rasulullah SAW bercerita tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Dia lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit (seraya berdoa), 'Ya Rabb, ya Rabb,' padahal makanannya (yang dikonsumsinya) haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan pertunya kenyang dengan barang haram.
Maka, bagaimana mungkin dikabulkan?" (HR Muslim).
4 Kondisi Sholat Yang Membuat Doa Cepat Terkabul
1. Saat berdiri dalam bacaan Al-Fatihah
Salah satu momen yang istimewa untuk berdoa adalah ketika membaca surat Al-Fatihah, khususnya saat melafalkan ayat Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in yang berarti Hanya kepada-mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.
2. Saat rukuk
Dalam rukuk, seorang hamba mengakui keagungan Allah SWT dan merendahkan dirinya di hadapan-Nya dengan membaca kalimat tasbih dengan sungguh-sungguh. Memohon doa dalam hati sambil melafalkan tasbih akan menjadi penguat doa.
3. Sujud
Sujud adalah kesempatan terbaik untuk mengajukan permohonan dan berdoa karena Rasulullah SAW bersabda, "Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya saat ia sujud, maka perbanyaklah doa."
4. Sebelum salam
Keadaan keempat yang dianjurkan untuk berdoa adalah sesaat sebelum mengucapkan salam di akhir sholat. Sebelum mengakhiri sholat, seorang hamba diberi kesempatan untuk memanjatkan doa-doa penting dalam tahiyat akhir.
Empat kondisi sholat yang membuat doa cepat terkabul - (Republika)
Hadist tersebut termasuk fondasi dasar bangunan hukum islam. Betapa tidak, didalamnya terkandung tiga tema utama dalam Islam yaitu masalah halal haram, ketaatan pada Rasul, dan syarat-syarat diterimanya doa. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari hadis ini.
Pertama, Allah SWT hanya akan menerima sesuatu yang baik. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu Zat Yang Mahabaik, dan Allah tidak akan menerima kecuali yang baik saja". Kriteria "baik" disini mencakup banyak hal, baik dari sisi harta benda, ucapan, keyakinan, maupun amal perbuatan.
Karena itu, bila amalan kita ingin diterima Allah SWT, maka kita harus mengupayakan yang terbaik dari amal tersebut.
Kedua, selain menjelaskan kriteria amal yang akan diterima Allah, hadis ini menjelaskan pula sebab-sebab tidak diterimanya doa. Pada penghujung hadis, Rasul mengungkapkan sebuah kisah tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh, hingga rambutnya kusut dan kotor. Ia lalu menengadahkan tangannya untuk berdoa kepada Allah.
Padahal, makanan yang telahh dikonsumsinya haram. Perutnya kenyang dengan barang haram.
Tiga doa mustajab yang tak diragukan lagi, yaitu
● Doa kedua orang tua
● Doa orang bepergian (safar)
● Dan doa orang yang dizhalimi.
(HR Abu Daud)
Beliau shalallahu 'alaihi wasallam kemudian bertanya dengan nada retoris, "Maka bagaimana mungkin danya dikabulkan?"
Abu dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi meriwayatkan hal ini dalam sebuah hadis.
"Ada tiga doa yang pasti akan diijabah oleh Allah, tidak diragukan lagi doa itu pasti diijabah. Pertama, doanya orang-orang yang terdzalimi; kedua, doanya orang-orang yang sedang bepergian; dan ketiga, doanya orang tua kepada anaknya". Rasul pun menjelaskan keadaan orang yang melakukan perjalanan tersebut. Disamping dalam kondisi musafir, rambut orang tersebut kusut dan kotor karena debu.
Hal ini diperjelas dengan sebuah hadis dari Salman al-Farisi, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Orang-orang yang rambutnya kusut dan berdebu, pakaiannya lusuh dan tidak mempunyai apa-apa, serta sering kali ditolak masuk rumah orang, maka jika ia bersumpah dengan nama Allah pasti Allah akan menerima orang tersebut".
Hakikatnya setiap doa yang terucap pasti akan sampai dan akan dikabulkan Allah SWT. "Berdoalah kepada-Ku, niscahaya Aku akan mengabulkannya."
Begitulah janji Allah SWT. Sekarang timbul pertanyaan, kenapa doa kita tidakk pernah dikabulkan? Sebenarnya Allah SWT mendengar dan sangat mengetahui apa yang kita minta, mungkin doa kita belum memenuhi syarat untuk dikabulkan, atau kita masih melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa menghalangi doa kita tersebut.
Sumber : khazanah.republika.co.id

Komentar
Posting Komentar